Selasa, 11 Februari 2014

JATUH CINTA LAGI




Urusan kekasih, memang orang banyak kalut. Cepat emosi. Logika tidak berfungsi lagi. Apalagi, sampai kekasih dibawa orang lari. Orang bisa melakukan apa saja untuk melegakan emosinya. Kalau uang yang hilang, orang masih bisa mikir cari lagi. Tapi kalau sudah urusan kekasih yang hilang, urusan cinta, orang sering putus asa. Lebih parah lagi, orang bisa berani bunuh-bunuhan. Apalagi seorang laki-laki yang memang kekasihnya adalah pujaan hatinya. Namun, soal ini bisa diselesaikan secara bijak dan dewasa.
Suatu hari, kebetulan saya flu. Sementara isteri saya biasa belanja di warung sebelah pagi hari sebelum saya berangkat kerja. Saya pun minta tolong kepadanya, “Yhang, tolong ntar belikan Bodrex flu dan batuk yaa?”. Tak disangka, isteri saya menjawab seperti ini, “Jangan banyak-banyak obat Mas. Kayak tetangga sebelah dulu, minum Bodrex dicampur Sprit, langsung mati. “Lo, kok bisa mati Yhang?”, tanya saya penasaran. “Dia memang niat bunuh diri!”, jawabnya. “Kenapa kok bunuh diri?”, tanya saya lagi. “Iya, soalnya isterinya selingkuh”. Mendengar jawaban itu, saya pun terkekeh-kekeh, “kwkwkwk...”, sambil coba membayangkan perasaan orang itu.
“Isteri selingkuh, kok bunuh diri Mas Mas... Isteri selingkuh tuh ya, cari isteri lagi. Kawin lagi aja. Bunuh diri? Ah, kayak di dunia ini perempuan Cuma satu saja. Isteri selingkuh, sudah menikah lagi saja. Gitu aja kok repot”. Mendengar komen saya, isteri saya mencoba meredam, “Hus... Jangan ngomongin orang Mas”. Saya jawab, “Aku nggak ngomongin orang, tapi ngomongin mayyit. Tyus, agar kita mengambil pelajarannya”. Ya, menikah lagi jauh lebih baik daripada bunuh diri seperti itu.
Itu sama dengan seorang pemuda atau pemudi yang dikhianati kekasihnya. Mestinya, nggak usah sedih. Nggak usah susah. Hidup ini cuma sekali. Hidup ini berarti. Hidup ini sangat mahal. Kalaupun sedih, manusiawi saja. Karenanya, jangan lama-lama sedih dan susah. Bisa-bisa iblis terkekeh-kekeh melihat Anda sedih. Sementara malaikat ingin menghibur kita. Allah dan Nabi SAW pun mengharap agar kita bahagia. Bukan sedih. Lepaskan saja, plongkan saja.
Sakit hati itu perlu segera diobati. Apa obatnya? Tidak lain dan tidak bukan adalah jatuh cinta lagi. Begitu yang sering diungkap oleh Mario Teguh dalam Golden Ways. Jangan lama-lama meratapi dan menyesali perbuatan lacur orang yang pernah kita cinta. Segera cari yang lain. Mendapatkan cinta lain. Yakinlah, masih banyak yang baik bisa menjadi pasangan hidup sejati kita. Masih banyak yang cantik atau tampan. Baik hati maupun fisiknya. Janganlah berputus asa dari rahmat Allah.
“Emangnya, laki-laki cuma Ello. Emangnya cewek, hanya Ente. Hidup gue lebih mahal tau’. Gue bisa nyari yang lebih keren dari Ello. Apapun akan kulakuin untuk dapatkan itu. Walau di ujung dunia sekalipun. Mendapatkan pasangan hidup itu, mudah. Apalagi sama-sama butuh. Sangat banyak orang selain Ello yang juga butuh pasangan hidup kayak gue. Gue akan cari belahan jiwa sejati gue.” PD kayak gini jauh lebih baik daripada harus bunuh diri.
Bagaimana resep Nabi Muhammad? Sederhana saja namun sangat bermakna dan bernilai. “Kalau engkau cinta kepada seseorang, sekedarnya saja. Karena bisa jadi yang kau cinta jadi musuhmu. Kalau engkau membenci kepada seseorang, sekedarnya saja. Karena bisa jadi yang kau benci, menjadi kekasihmu”. Begitu kurang lebih. Cinta pol-polan itu mestinya hanya pada Allah, rasulullah dan orangtua saja. Kalau masih pada teman, sahabat, HP, rumah, kendaraan, hewan piaraan, apalagi baru pacar, kasih maksimal 50% saja. Berat memang, tapi perlu dicoba dan diusahakan.
Bahkan Allah menegaskan, “Bisa jadi apa yang kalian cinta itu buruk bagi kalian. Dan bisa jadi apa yang kalian benci itu baik bagi kalian. Allah lebih tahu dan kalian tidak tahu” (QS. Al-Baqarah[2]: 216). Kita boleh menganggap sesuatu itu baik. Kita juga boleh menilai sesuatu itu buruk dengan akal kita. Namun, kenyataannya bisa beda. Makanya, kalau memang cinta sekedarnya saja. Kalau memang benci, sekedarnya saja. Di sini dibutuhkan doa, “Jika itu baik bagiku, berikan kepadaku. Jika itu buruk bagiku, jauhkan dariku. Dan jadikan aku puas dengan segala pemberian-Mu”.
Lagian, apa yang kita cinta sudah pasti bakal meninggalkan kita. Atau sebaliknya, kita duluan yang meninggalkan mereka; suami/isteri, harta, jabatan, sahabat, dan semuanya. Maka mencintai dan membenci sesuati porsinya memang penting dan bermanfaat. Ya, semua itu adalah titipan. Maka, yang terpenting sesungguhnya adalah bukan penitipan atau pemilikan itu sendiri. Tapi, bagimana kita memanfaatkan sebaik-baiknya saat kesempatan penitipan itu masih pada kita. Sehingga ruhnya tetap masih bisa kita bawah hingga ke surga.

KEAJAIBAN TEAMWORKING




Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Shaff[61]: 4)

Ayat ini berbicara anjuran agar bekerja dalam team atau networking. Digambarkan seperti bangunan yang tersusun kokoh. Yang namanya bangunan, ya tentu ada pasir, misalnya, terus ada batu, bata, kapur, semen, besi dan lain seterusnya. Selain untuk kekuatan itu, juga perlu diperindah. Misalnya dengan desain, motif, cat, taman, kolam, hingga perabot-perabot interior lainnya. Jadi, tidak mungkin yang namanya bangunan sendiri saja, misalnya semen saja atau besi saja.

Perlukah teamwork? Sangat penting, perlu dan bermanfaat. Terutama untuk kebaikan, kebenaran dan keindahan. Lebih-lebih untuk perjuangan agama dan kemaslahatan orang banyak. Lebih tegas imam Ali menegaskan, “Kebaikan yang tidak tertata rapi akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir dengan profesional”.

Maka memang dibutuhkan sebuah kelompok, sebuah team, sebuah organisasi untuk mewadahi semua aspirasi positif. Ibarat kuno masih sangat relevan di sini, bahwa sapu lidi akan lebih cepat dan lebih banyak membersihkan bila diikat menjadi satu. Lain cerita bila lidinya sendiri-sendiri digunakan untuk membersihkan. Dijamin butuh waktu saangat lama dan hasil yang sangat tidak maksimal.

Kerja sama adalah percepatan. Bukan sekedar kecepatan. Percepatan adalah perubahan kecepatan per satuan waktu. Kalau misalnya ada orang lima belas menit bisa dapat satu putaran, nah dengan percepatan lima belas menit bisa menghasilkan lima putaran bahkan lebih. Bisa juga disebut keajaiban, lompatan atau terobosaan. Nah, teamwork adalah salah satu percepatan itu yang bisa dimanfaatkan.

Makanya tidak heran bila teamwork mendatangkan rezeki atau hasil yang berlimpah. Hal ini ditegaskan oleh Nabi SAW dengan sabdanya, “Siapa yang ingin diperluas rezekinya dan diperpanjang usianya, maka hendaklah dia bersilaturahim” (HR. Bukhari dan Muslim melalui Anas bin Malik r.a.). Nah, bentuk dari silaturahim bisa berupa kerja sama dalam bisnis, agama, sosial dan seterusnya.

Dalam berbisnis misalnya. Teamworking sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kalau punyanya hanya tenaga, bisa kerjasama dengan orang yang punya ide bisnis dan pemodal. Kalau bisanya modal, ya bisa cari tenaga orang dan ide orang. Kalau bisanya ide bisnis, ya bisa cari modal dan tenaga orang. Hasilnya, profit sharing alias bagi-bagi, sesuai prosentase yang disepakati. Islam tidak hanya mengajarkan tapi memang menganjurkan.

Mari kita cermati, sabda Nabi riwayat Bukhari Muslim yang membicarakan hubungan sesma mukmin berikut: “Bagiakan satu jasad yang bila salah satu organnya merasakan keluhan, maka seluruh anggota tubuh tak dapat tidur dan merasa deman”. Bisa digambarkan bahwa mukmin yang lain adalah bagian dari diri kita. Islam sangat memotivasi agar umatnya rukun. Sebab dengan kerukunan itulah lahir kekuatan yang tak mudah goyah apalagi dirobohkan.

Teamwork tidak diharuskan anggotanya mempunyai keahlian yang sama. Malah kalau sama, bisa kacau dan tidak maksimal. Ambil contoh membangun sebuah masjid. Dijamin tidak jadi-jadi masjid itu kalau yang kerja kiai semua. Justru lebih cepat selesai bila ada arsiteknya, tukangnya, kulinya, pemodalnya, kiainya, tukang listeriknya, tukang airnya, dan seterusnya. Semakin bervariasi semakin maksimal hasilnya.

Atau misalnya lagi, pertandingan sepak bola. Bisa dibayangkan kalau yang main backer semua atau penyerang semua. Sudah bisa dipastikan tidak akan bagus mainnya. Juga muda sekali untuk dikalahkan. Atau malah jika yang main pelatih semua. Bisa-bisa bukan main sepak bola tapi adu mulut, hehehe. Di buku saya, pernah dibahas soal ini. Bahwa Lionel Messi sama hebatnya dengan Guardiola. Tidak bisa dihebatkan salah satunya.

Jauh-jauh hari Allah menegaskan bahwa memang kebersamaan itu tidak harus menjadikan semua pihak melakukan satu pekerjaan yang sama. Justru dengan perbedaan fungsi itulah tujuan kebersamaan itu lebih mudah diraih. Berikut ayatnya:
 
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya (QS. Al-Taubah[9]: 122)

Ikutan Yuk di sini: @ipoenkchampion

Senin, 10 Februari 2014

RAHASIA BASMALLAH

Bismillahirrahmanirrahim... Dari dulu (belum terlalu jauh kenal agama), saya amat suka kalimat ini. Paling mudah ditulis menjadi kaligrafi, juga artinya mudah diingat dan juga nyaman di hati. Bagaimana tidak, "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyang". Disamping juga mudah dihafalakan. 

Kenapa nyaman di hati? Sederhana saja. Dia memperkenalkan diri-Nya sebagai yang Maha Pengasih. Dalam bahasa Jawa artinya eloman, suka memberi atau dermawan. Kita jadi tahu dan bahkan nyadar bahwa kita hidup tidak otomatis atau dengan sendirinya ada. Tapi kita ada yang menciptakan, yakni Allah SAW. Ditambah lagi, dia Maha Pengasih kepada kita. Coba dibayangkan, berapa harga oksigen? Berapa harga jantung, hati, liver, paru-paru, dan otak kita? Saking mahalnya, kita tidak bisa menentukan harganya. Dan itu Allah kasih gratis kepada kita. 

Kedua, Allah memperkenalkan dirinya sebagai Yang Maha Penyayang. Yang namanya menyayangi, kurang lebih lihat saja orang tua saat menyayangi kita. Kita salah, dimaafkan. Kita nakal, dimaafkan. Kita keliru, dibernarkan dan diarahkan. Kita mau apa diberi yang sesuai dengan keinginan kita, sambil juga mempertimbangkan baik buruknya bagi kita. Kira-kira begitu Allah kepada kita. 

Kalau sudah Pengasih dan Penyayang, tentu Dia sangat menginginkan kita selamat dan bahagia. Di dunia maupun di akherat. Bukannya membiarkan. Sebagai solusi, Dia menurunkan Alquran dan rasul-Nya. Tujuannya jelas, agar akal dan hati kita selalu mendapatkan arahan-Nya yang nggak mungkin salah sedikitpun itu. Jadi amat sangat merugi, siapa saja yang menjauh dari Alquran. Karena sama sekali tidak merugikan Allah. Dan karena Alquran itu memang untuk manusia. Bila seseorang celaka karena menjauhinya, jangan salahkan Allah. Karena kita sudah diberi akal. 

Kalau sudah Maha Pengasih dan Penyayang, tentunya Dia suka mengampuni kesalahan kita. Meski syirik pun tapi kalau bertaubat dan tidak diulangi lagi, Allah tetap ampuni. Coba perhatikan firman-Nya, "Allah tidak mengampuni syirik dan mengampuni dosa selain itu kepada siap yang Dia kehendaki". Syirik yang tidak diampuni ialah syirik yang dibawa hingga mati. Rata-rata sahabat senior Nabi SAW dulunya musyrik. Tapi kemudian diampuni oleh Allah karena mereka kembali kepada-Nya. Itulah bukti bahwa Allah memang "welas" kepada kita. Hanya kadang, sukanya kita nyari jalan-jalan sendiri yang hitam. 

Allah itu memang Pengasih dan Penyayang. Pengasih dan penyayang-Nya, melebihi murkanya. Maka fokuslah pada pengasih dan penyayang-Nya. Bukan pada murka-Nya. Mari berusaha, melakukan aktivitas-aktivitas baik mahdhal seperti shalat, puasa, dan seterusnya maupun aktivitas sehari-hari seperti pekerjaan kita. Insya Allah, Dia menambah rahmat-Nya sehingga kita benar-benar selamat, bahagia dan sukses tidak hanya di dunia tapi juga akherat.

Allah sangat sayang kepada kita. Namun yang banyak, kita yang tidak sayang dengan diri kita sendiri. Ya, kita sering suka menganiaya atau zhalim pada diri sendiri. Sudah tahu dengan jelas bahwa suatu tindakan akibatnya buruk, tapi masih juga terus melakukannya. Dikasih jalan yang benar, eh malah nyari jalan yang salah. Padahal, kalau kita mendekat kepada yang membuat hidup ini, Dia akan ikut menata hidup kita yang serba misteri seperti ini: jodoh, rezeki, kematian dan seterusnya. 

Maka, dengan serba keterbatasn kita, yuk kita selalu mendekat dan melibatkan Allah dalam setiap aktivitas kita sehari-hari. Yakin, Dia akan selalu memberi kita yang terbaik. Walau kadang persepsi kita sering salah menilai sesuatu, di situlah Allah berperan menuntun akal, hati dan langkah kita. "Jika hamba-Ku bertanya tentang Aku, katakanlah bahwasanya Aku sangat dekat dengannya", begitu firman-Nya. Di lain ayat, "Aku lebih dekat dengannya melebihi urat lehernya sendiri". 

Masa depan kita masih suci. Lupakan masa lalu kita yang kelam. Minta maaf kepada Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang itu, maka Dia pasti mengampuni kesalahan dan dosa kita. Kita tidak hidup di masa lalu. Kita cukup jadikan masa lalu untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah. "Hai, orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tiap-tiap diri hendaknya melihat apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok". Ayuk, kita kembali kepada-Nya. Kita bekerja bersama-Nya. Dia selalu mengasihi dan sangat sayang kepada kita. 

Sobat Pemenang, Yuk gabung juga di twitter @ipoenkchampion Untuk dapatkan pencerahan dan tips-tips menari lainnya...;))

Sabtu, 14 Januari 2012

OLAHRAGA, AKTIVITAS ASYIK MEMBUGARKAN

Kesehatan yang baik itu didadasarkan atas prinsip-prinsip alamiah. Kesehatan tumbuh secara berangsur-angsur melalui olah raga yang teratur, istirahat yang cukup, cara berpikir yang sehat, serta menghindari substansi yang merusak badan….kesehatan sangat penting artinya untuk membangun karakter pribadi.

(Stephen R. Covey).

Kesehatan adalah kunci untuk bisa menjadi manusia seutuhnya. Kalau tidak merawat tubuh atau fisik, sungguh sulit untuk bisa menikmati sukacita. Kita perlu memastikan bahwa kesehatan benar-benar ada dan mengingat bahwa sukacita yang dapat diarahkan itu terdapat dalam tubuh.

Fisik yang lemah akan membuat kita cepat sakit. Sehingga tanpa disadari menjadi mudah sedih dan penakut menghadapi masa depan. Sebaliknya, fisik yang sehat otomatis membuat kita kuat sehingga rasa gembira dan berani lebih mudah muncul. Olah raga teratur ternyata sangat mampu membersihkan pikiran kotor dan keruhnya jiwa.

Manusia perlu bergerak untuk tetap sehat. Itu lah sebabnya olahraga sangat penting bagi kesehatan fisik. Kalau dilakukan dengan benar, olahraga akan memberi lebih banyak energi untuk bekerja lebih giat sehingga kita lebih produktif. Saat kita bergerak, oksigen mengalir dengan lebih lancar melalui sistem yang berjalan di dalam tubuh kita. Selain itu, tingkat kesehatan yang lebih baik dapat diraih dengan berolahraga secara teratur dan benar.

Hal yang menakjubkan dari olahraga adalah bahwa olahraga membantu melepaskan ketegangan pikiran Anda dan pada saat yang sama memberi Anda kesempatan yang sangat baik untuk merasa lebih baik secara fisik dan mental. Gunakan tubuh untuk mempertajam pikiran. Selain membiasakan hidup sehat secara umum, meluangkan waktu sekitar dua puluh menit untuk berolahraga satu atau dua kali sehari akan menambah energi, kepekaan, kesabaran, keluwesan dan kreativitas.

Rasulullah mengajarkan kepada Aisyah r.a. agar selalu bangun pagi, shalat subuh, dan tidak pernah tidur lagi. Beberapa perusahaan di Jepang telah membuktikan bahwa karyawan-karyawan mereka diminta untuk masuk lebih pagi dan mereka yang bangun lebih pagi ternyata mempunyai daya tahan kerja yang lebih lama. Kalau begitu, mengapa tidak Anda coba untuk melakukannya? Jangan terlalu memanjakan diri, bangun lah pagi, gerak kan otot, dan lancar kan peredaran darah Anda, maka Anda tidak hanya sehat, tetapi juga bugar. Buat lah agenda kegiatan antara pukul 05:00 s.d. pukul 6 pagi! Lakukan lah dengan rutin secara perlahan dan kemudian tingkatkan.

Ibadah mahdlah kepada Allah SWT. juga bisa menjadi sarana yang efektif bagi kesehatan Anda, jika dilakukan dengan baik dan benar serta penuh kekhusyuan. Dr. Herbert Benson dan William Proctor, dalam The Brekout Principle yang diterjemahkan oleh Ida Sitompul mengatakan, “Banyak orang melaporkan kepada saya bahwa hanya setelah beribadah dan bersentuhan dengan kekuasaan Ilahi, baru lah mereka dapat mengalami pembebasan diri yang kuat dan terus menerus memperbaiki kesehatan, kesadaran diri, dan kemampuan mereka untuk menjalin hubungan-hubungan yang lebih produktif dengan orang lain. Contohnya, banyak diantara orang yang telah menemukan cara penyembuhan yang lebih permanen untuk mengatasi masalah serius, semacam ketagihan obat bius atau minuman keras, memulai perjalanan mereka ke arah kesembuhan melalui peristiwa pembebasan diri. Mereka biasanya memahami transformasi yang mereka alami itu dalam terminologi spiritual, misalnya dibimbing oleh Yang Maha Kuasa.”

Tidak kalah pentingnya bagi kesehatan kita apabila antara olahraga dan emosi positif selalu terpadu dan berjalan beriringan. Kesehatan dan umur panjang merupakan indikator bagus untuk daya tahan fisik dan terdapat bukti langsung bahwa emosi positif menjanjikan kesehatan dan umur panjang. Dalam kajian terbesar hingga saat ini, dilakukan serangkaian pengujian demografis dan emosional atas 2.282 orang Amerika keturunan Meksiko dari wilayah barat daya Amerika Serikat yang berusia 65 tahun atau lebih. Mereka lalu diamati selama dua tahun. Emosi positif secara meyakinkan dapat dipakai untuk memperkirakan siapa yang masih hidup dan siapa yang meninggal, begitu juga siapa yang kemampuannya menurun.

Akhirnya olahraga yang dilakukan secara teratur selama satau periode misalnya, enam minggu, akan membuat Anda merasa dan kelihatan lebih baik. Anda akan dapat tidur dengan lebih mudah, tidak lekas marah, dan berat badan Anda akan berkurang. Kulit dan mata Anda akan tampak lebih segar dan lebih cerah. Dengan kata lain, akan ada perubahan dalam diri Anda. Sekali pun Anda tidak melakukan olahraga setiap hari, setiap kali Anda melakukan olahraga secara tidak berlebihan, Anda akan merasa lebih bugar, dan itu juga akan membuat pikiran Anda menjadi lebih tenang.

Selasa, 06 Desember 2011

AHMAD SAIFUL ISLAM

Ahmad Saiful Islam Sarjana Tafsir Hadis UINSA Surabaya Lahir di Banyuwangi,  3 Mei 1987 Islamic Journalism Community  (IJC) Surabaya (2010)...