Kamis, 17 November 2011
Jumat, 29 Januari 2010
Kelas-Kelas Surga
Secara fitrah manusia mendambakan kebahagiaan hidup. Baik di dunia sekarang maupun kelak di kehidupan yang “kekal”, yaitu akherat. Tentunya untuk memperoleh keduanya diperlukan tindakan nyata (real action) dengan komitmen dan konsisten (istiqomah). Biasanya kehidupan bahagia di dunia itu bisa diperoleh dengan harta yang berlimpah. Meskipun bukan merupakan kepastian. Karena banyak juga para sufi terdahulu melakukan pengasingan diri (uzlah) dan memilih hidup yang sangat sederhana tanpa bergelimang harta, untuk memperoleh kebahagiaan. Bahkan Ibnu Arobi, seorang filsuf pernah mengatakan bahwa kebahagiaan sesungguhnya itu berada di jiwa. Bukan tergantung materi. Artinya jika kita mampu memenej jiwa kita, maka kebahagiaan dapat kita rasakan.
Adapun dalam kehidupan akherat nanti, kebahagiaan itu hanya diperoleh di dalam surga. Surga ini merupakan tempat yang ‘kekal’ bagi orang islam; yaitu orang yang mati dalam keadaan muslim, meskipun pada mulanya ia termasuk kafir. Digolongkan orang Islam ialah mereka yang berbuat maksiat, maka tempat kembalinya surga juga, namun mereka tidak kekal di neraka. Sewaktu mereka dimasukan ke dalam neraka, mererka mati sebentar dan hanya Allah yang mengetahui batasnya. Mereka juga tidak hidup hingga mereka dikeluarkan. Yang dimaksud mati disini bukan mati yang sebenarnya, tetapi hanya merasakan kepedihan siksa yang luar biasa sakitnya. Berbeda dengan orang kafir, ia akan merasakan adzab d ineraka selama-lamnya. Termasuk orang kafir ialah orang yang telah menerima kebenaran agama, tetapi ia tidak mau mengikuti kewajiban yang dibebeankan kepadanya.
Surga adalah tempat kenikmatan. Allah SWT berfirman dalam surat Muhammad (47), yaitu “Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa ; disana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau., dan sungai–sungai air susu yang tidak berubah rasaya., dan sungai–sungaui khomr (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka…”tentunya untuk memperoleh semua itu tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk memeperoleh surga butuh kerja keras,, sebagaimana semangat dan kerja kita untuk memperoleh harta di diunia ini. Maka sangat logis, jika manusia berada dalam kelas-kelas kelak di surga. Apalagi surga memang bertingkat-tingkat. Ada tujuh nama-nama surga yang disebut dalam alquran. Pertama, surga firdaus (QS. Al-Kahfi, 18:107-108}. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka adalah surga firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.” Cara yang merupakan sebagai syarat guna meraih surga ini adalah iman dan beramal soleh. Pantas disebutkan bahwa mereka tidak inigin pindah daripadanya. Karena bagaimana mau pindah sementara disekelilingnya penuh dengan kenikmatan-kenikmatan yang abadi.
Kedua, surga ‘Adn (QS. Al-Kahfi:30-31), “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal sol;eh tentulah kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjkan amalan (nya) dengan baik, mereka itu lah {orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. Tip mendapatkan surga tingkat ini adalah mengerjakan amal soleh dengn baik. Untuk memperbaiki amalan kita, tidak ada jalan serlain dengan ilmu agama. Seperti cara bersuci dan sholat yang benar. Dalam agama, cabang ilmu yang membahas tentang cara memperbaiki kualitas sholat adalah ilmu Fikih. Karena Rosulullah saw., bersabda, “Amal (ibadah) yang tanpa dilandasai dengan ilmu akan tertolak.”
Ketiga, surga itu bernama surga Na’im (QS. Luqman, 31: 8-9), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh bagi mereka jannah Naim (surga yang penuh dengan kenikmatan)). Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar, dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha BIjaksana.”
Keempat, surga Ma’wa (QS. AS-Sajadah, 32:19) yang artinya, “Adapun orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, maka bagi mereka jannah Ma’wa (surga , tempat kediaman), sebagai pahaal atas apa yang mereka kerjakan.”
Kelima, surga Darussalam, (QS. Yusuf, 10:25), disebutkjan, “Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus (Islam).” Ketika manusia sudah ditunjuki oleh Allah kepada Islam, maka kemudian Allah akan menyeru manusia ke Darussalam (negeri keselamatan). Syarat menggapai Darussalam adalah Islam. Karena hanya Islam lah yang merupakan agama yang hanya dilegitimasi oleh Allah. Dikatakan dalam alquran, “Sesungguhnya agama di sisi Allah itu adalah Islam.” Bukan agama-agama diluar islam; Kristen, budha, hindu, katolik, kongucu, dan lain sebagainya, yang itu semua adalah jalan-jalan iblis.
Keenam, Darul muqamah (QS. Fathir, 35: 34-35), yaitu, “Dan mereka berkata: ’segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-bener maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (darul Muqamah) dari karunianya; di dalamnya kami tidak meraza lelah dan tiada pula merasa lesu.”
Ketujuh, adalah Al-Maqam Al-Amin (QS. Al-Dukhan, 44:51). Artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam’maqaamin amin’ (tempat yang aman).”
Karena surga itu berkelas-kelas, maka barang tentu kita ingin menghuni surga yang kelasnya paling ‘elit’. Sebagaimana kita menginginkan rumah mewah dan semua yang serba mewah di dunia ini.
Pastilah Rosulullah saw. Dipastikan berada dalam surga yang kelasnya termewah. Apakah anda ingin bersama Rosulallah?!. Keputusan tergantung Anda. Untuk memperolehnya perlu kerja keras dan doa. Karena surga itu disediakan bagi orang yang mau. Maka sudah saatnya untuk memaksimalkan ibadah, untuk Allah Azza Wa Jalla semata.
Wallahu A’lam bishshowab
Adapun dalam kehidupan akherat nanti, kebahagiaan itu hanya diperoleh di dalam surga. Surga ini merupakan tempat yang ‘kekal’ bagi orang islam; yaitu orang yang mati dalam keadaan muslim, meskipun pada mulanya ia termasuk kafir. Digolongkan orang Islam ialah mereka yang berbuat maksiat, maka tempat kembalinya surga juga, namun mereka tidak kekal di neraka. Sewaktu mereka dimasukan ke dalam neraka, mererka mati sebentar dan hanya Allah yang mengetahui batasnya. Mereka juga tidak hidup hingga mereka dikeluarkan. Yang dimaksud mati disini bukan mati yang sebenarnya, tetapi hanya merasakan kepedihan siksa yang luar biasa sakitnya. Berbeda dengan orang kafir, ia akan merasakan adzab d ineraka selama-lamnya. Termasuk orang kafir ialah orang yang telah menerima kebenaran agama, tetapi ia tidak mau mengikuti kewajiban yang dibebeankan kepadanya.
Surga adalah tempat kenikmatan. Allah SWT berfirman dalam surat Muhammad (47), yaitu “Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa ; disana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau., dan sungai–sungai air susu yang tidak berubah rasaya., dan sungai–sungaui khomr (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka…”tentunya untuk memperoleh semua itu tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk memeperoleh surga butuh kerja keras,, sebagaimana semangat dan kerja kita untuk memperoleh harta di diunia ini. Maka sangat logis, jika manusia berada dalam kelas-kelas kelak di surga. Apalagi surga memang bertingkat-tingkat. Ada tujuh nama-nama surga yang disebut dalam alquran. Pertama, surga firdaus (QS. Al-Kahfi, 18:107-108}. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka adalah surga firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.” Cara yang merupakan sebagai syarat guna meraih surga ini adalah iman dan beramal soleh. Pantas disebutkan bahwa mereka tidak inigin pindah daripadanya. Karena bagaimana mau pindah sementara disekelilingnya penuh dengan kenikmatan-kenikmatan yang abadi.
Kedua, surga ‘Adn (QS. Al-Kahfi:30-31), “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal sol;eh tentulah kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjkan amalan (nya) dengan baik, mereka itu lah {orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. Tip mendapatkan surga tingkat ini adalah mengerjakan amal soleh dengn baik. Untuk memperbaiki amalan kita, tidak ada jalan serlain dengan ilmu agama. Seperti cara bersuci dan sholat yang benar. Dalam agama, cabang ilmu yang membahas tentang cara memperbaiki kualitas sholat adalah ilmu Fikih. Karena Rosulullah saw., bersabda, “Amal (ibadah) yang tanpa dilandasai dengan ilmu akan tertolak.”
Ketiga, surga itu bernama surga Na’im (QS. Luqman, 31: 8-9), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh bagi mereka jannah Naim (surga yang penuh dengan kenikmatan)). Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar, dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha BIjaksana.”
Keempat, surga Ma’wa (QS. AS-Sajadah, 32:19) yang artinya, “Adapun orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, maka bagi mereka jannah Ma’wa (surga , tempat kediaman), sebagai pahaal atas apa yang mereka kerjakan.”
Kelima, surga Darussalam, (QS. Yusuf, 10:25), disebutkjan, “Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus (Islam).” Ketika manusia sudah ditunjuki oleh Allah kepada Islam, maka kemudian Allah akan menyeru manusia ke Darussalam (negeri keselamatan). Syarat menggapai Darussalam adalah Islam. Karena hanya Islam lah yang merupakan agama yang hanya dilegitimasi oleh Allah. Dikatakan dalam alquran, “Sesungguhnya agama di sisi Allah itu adalah Islam.” Bukan agama-agama diluar islam; Kristen, budha, hindu, katolik, kongucu, dan lain sebagainya, yang itu semua adalah jalan-jalan iblis.
Keenam, Darul muqamah (QS. Fathir, 35: 34-35), yaitu, “Dan mereka berkata: ’segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-bener maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (darul Muqamah) dari karunianya; di dalamnya kami tidak meraza lelah dan tiada pula merasa lesu.”
Ketujuh, adalah Al-Maqam Al-Amin (QS. Al-Dukhan, 44:51). Artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam’maqaamin amin’ (tempat yang aman).”
Karena surga itu berkelas-kelas, maka barang tentu kita ingin menghuni surga yang kelasnya paling ‘elit’. Sebagaimana kita menginginkan rumah mewah dan semua yang serba mewah di dunia ini.
Pastilah Rosulullah saw. Dipastikan berada dalam surga yang kelasnya termewah. Apakah anda ingin bersama Rosulallah?!. Keputusan tergantung Anda. Untuk memperolehnya perlu kerja keras dan doa. Karena surga itu disediakan bagi orang yang mau. Maka sudah saatnya untuk memaksimalkan ibadah, untuk Allah Azza Wa Jalla semata.
Wallahu A’lam bishshowab
Sabtu, 18 Juli 2009
Cinta, Persahabatan yang Dikehendaki-Nya
Persahabatan ibarat makhluk yang hidup dalam samudra yang penuh dengan cinta yang terbungkus dengan bisa ular beracun. Tumbuh rasa sayang tetapi masih berbusana api. lika-likuya jalan harus ditempuh dengan kewaspadaan yang tinggi. Harus berani berkorban perasaan demi pertalian yang kokoh. Tanggapi rintangan dengan rasional dan bertanggung jawab. Tak mengapa walau harus meneteskan setitik air mata. Egoisme merupakan masalah emosi yang perlu dididik dengan sabar, ikhlas, dan berprinsip. Sehingga tangan tetap berjabat erat. Sekalipun petir menyambar, tak akan pernah lepas. Meskipun terkadang terjadi penghianatan, harus disadari bahwa itu adalah ulah makhluk yang namanya iblis. Yang mengajarkan manusia rakus dan tamak kepada dunia. Padahal kehidupan manusia bukan semata-mata untuk dunia. Karena keduanya sama-sama makhluk. Jiwa, hati, perasaan, akal, dan ruh adalah milik-Nya. Yang meghendaki manusia kepada kebahagiaan yang kekal, dengan memerintahnya agar selalu saling berpelukan dengan kasih sayang dan cinta diantara mereka. Persahabatan dan cinta yang paling indah adalah yang dilandasi keikhlasan semata-mata karena-Nya.
Rabu, 25 Maret 2009
Hati Ber-logika
Einstein, sebagai seorang ilmuwan fisika terkemuka, sebaliknya sangat menghormati Tuhan sebagai suatu kekuatan misterius di alam yang mengatur keseimbangan di alam. Ia menghormati keberadaan Tuhan sebagai suatu ‘energi’. Dan ia tidak membenci Tuhan atau menganggap Tuhan sebagai suatu benda. Ia punya pemahaman tersendiri tentang Tuhan. Ia mengakui bahwa Tuhan itu ada. Secara pribadi, Einstein adalah sedikit dari kalangan ilmuwan yang sangat bersemangat berbicara masalah teologi.
Semua orang punya pemahaman tersendiri tentang Tuhan. Baik diakui maupun tidak.Inilah poin dari destruksi nilai ketuhanan pada manusia. Pemahaman mereka akan Tuhan. Pemahaman yang terbentuk dari ilmu, lalu formulasikan oleh lingkungan dan pengalaman. Sebahagian mengikuti petunjuk dari nurani, sebahagian lagi akhirnya tersesat.
Alangkah baiknya jika Tuhan tidak dipahami dengan logika, karena akal manusia yang dangkal dan picik tidak akan mampu memahami dan menafsirkan Tuhan sebagaimana Ia memahami diri-Nya sendiri.Daripada mencoba merumuskan Tuhan hingga dapat diturunkan dalam sederetan rumus dan persamaan matematika, mengapa tidak mencoba untuk memahami Tuhan dengan hati saja?
Memang Tuhan tidak mustahil dipahami dengan akal. Namun pemahaman Tuhan dengan hati menjadikan kerumitan masalah konsep ketuhanan menjadi lebih sederhana. Kesederhanaan yang sebenarnya lebih disukai manusia. Kesederhanaan yang membuat manusia sadar mengenai kebutuhannya akan kehadiran Tuhan.Apa yang membuat manusia membutuhkan Tuhan? Tidak lain dan tidak bukan karena manusia menyadari, bahkan di bawah alam sadarnya, bahwa manusia adalah bakteri mikroskopis di tengah jagad raya, yang jauh lebih lemah dari bayi tikus sekalipun.
Manusia menyadari dengan mata hatinya bahwa alam semesta yang bergerak dengan keteraturan yang sistematis ini tidaklah mungkin dilahirkan dengan kebetulan atau sebab akibat belaka.Banyak orang dalam sejarah yang telah lebih dulu memahami Tuhan dengan hatinya dan memutuskan bahwa Tuhanlah yang terbaik. Chernenko, seorang pemimpin Uni Soviet yang berpaham komunis, misalnya. Mengakui pada saat sakitnya yang tak tersembuhkan bahwa hanya tuhanlah yang dapat menjadi sandaran dan harapan terakhir manusia.
Semua ungkapan ketidakpedulian pada Tuhan hanya lahir dari kepicikan akal manusia belaka. Namun pada akhirnya, sengaja atau tidak, manusia akan tetap berlabuh dan bersandar pada Tuhan, satu-satunya tempat dimana jiwa manusia dapat terlepas dari terkukungan dan bersih dari segala sampah logika yang memuakkan.
Senin, 23 Februari 2009
Keunggulan Nabi SAW

Memahami Wanita
Beliau memberikan contoh sebagai suami yang berlaku baik kepada isteri-isterinya, mengetahui keinginan dan kecemburuan wanita, serta menempatkan wanita pada kedudukan yang paling terhormat di samping suaminya.
Supaya Hati Tidak Mati
Rasulullah SAW bersabda:”Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena banyak tawa itu mematikan hati.”(HR. Ibnu Majah)Kepemimpinan Rasululloh SAW
Rasul adalah seorang pemimpin yang penuh tanggung jawab,tidak tinggal diam dalam keadaan dan situasi yang kritis. Beliau cakap, cerdas, inovatif, visioner, tegas, tapi rendah hati, pemberani tapi bersahaja, kuat fisik dan tahan penderitaan.
Satunya Kata dan Perbuatan
Rasul SAW adalah orang yang serasi antara kata dan perbuatannya.Beliau tidak akan menyuruh sesuatu kepada orang lain, sebelum beliau menyuruh dirinya sendiri.
Memuliakan Orang Lain
Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang yang sangat memuliakan orang lain.Kutipan KisahKetika itu seorang sahabat terlambat datang ke Majelis Nabi. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium sorban Nabi. (Ustadz KH. Nadirsyah Hosen - Mengenang Akhlak Nabi SAW)
Menjaga Makan dan Minum
Rasulullah SAW bersabda:” Jangan membunuh hatimu dengan memperbanyak makan dan minum, karena hatimu pun bisa mati seperti matinya tanaman yang terlalu banyak air.
Kebiasaan Memberi
Rosul SAW terkadang menghutang sesuatu kemudian beliau membayarnya dengan yang lebih banyak dari hutangnya. Beliau biasa menerima hadiah, kemudian membalasnya dengan yang lebih baik dan lebih banyak dari yang beliau terima. Beliau memberikan dengan apa yang ada di sisinya, mengajarkan orang lain untuk bersedekah
Sabtu, 21 Februari 2009
Hakikat Cinta
Cinta, suatu tema abadi yang tidak lekang oleh panas, dan lapuk oleh hujan.......... Cinta menghadirkan inpirasi bagi para filosof, sastrawan, seniman, komponis, untuk menciptakan karya-karya kreatif, bahkan beberapa karya kreatif mereka itu menjadi Mahakarya dan menjadi karya abadi.Cinta memang aneh, kalau sudah dimabuk cinta, ...... maka sang pencinta rela mati untuk yang dicintai,.... rela mengorbankan apa saja demi yang dicintai,..... rela melakukan perbuatan-perbuatan diluar batas nalar, dan seringkali manusia pencinta bisa melakukan dan menelorkan kreatifitas diluar batas...... semata-mata untuk yang dicinta.Cinta itu buta, cinta itu kalau sudah melekat ....... tai kucing terasa coklat, kata Gombloh almarhum...... cinta itu ego yang membunuh diri sendiri dan rela hancur lebur asalkan yang dicintai bisa tersenyum.Dalam hidup ini memang harus kita akui bahwa cinta atau mahabbah mempunyai andil yang sangat besar dalam kehidupan setiap insan, dengan kata lain, mahabbah merupakan kekuatan dahsyat yang harus di kendalikan dengan sangat hati2.
Cinta pada anak....... ketika kecil disayang, dilindungi , .... ketika dewasa meninggalkan kita untuk mengarungi hidupnya sendiri dan akhirnya mereka mati................. Cinta pada istri sang kekasih hati,...... ketika masih pacaran .... seolah-olah dunia hanya milik kita berdua...... penuh gairah, penuh sensasi..... penuh gejolak yang menggelegak.... ketika tua menjadi sering bertengkar karena persoalan-persoalan sepele..... yang semula sang cantik segar berkulit halus, menjadi keriput, yang semula sexy dan menyegarkan menjadi gemuk penuh timbunan lemak..... suka ngatur dan perintah-perintah tiada henti bagai bom Israel di jalur Gaza..... dan akhirnya sang isteri yang dicintai setengah matipun mati...........Cinta pada pangkat dan jabatan......., agar gampang, contohnya adalah perjalanan karir seorang militer..... muda cerdas masuk Akabri, lulus berpangkat letnan dua, karena prestasi bagus dan dekat dengan atasan, promosi lancar.... pangkat melesat dan jabatan strategis selalu didapat, mulai kapten , kolonel, ..... Jendral bintang satu, dua tiga, empat..... bahkan bintang lima....... ternyata mati juga karena gerogotan penyakit....... sang Jendralpun juga mati.Cinta pada ilmu................., sejak kecil selalu ranking disekolah, mencintai ilmu melebihi segalanya, rela bekerja keras mengorbankan waktu bermain-main, rela berkaca mata tebal minus delapan , rela mengorbankan waktu remaja yang ceria dan suka hura-hura, dia tekun........ masuk perguruan tinggi ternama...... lulus Summa Cumlaude, ... melanjutkan sekolah ke manca negara, di perguruan tinggi terkenal dunia........, menjadi imuwan yang berwibawa ......... jadi Professor.............. pensiun, pikun............ dan mati pula dia.......Cinta diri sediri....., pada dasarnya manusia hanya mencintai diri sendiri, dan diri sendirilah yang menjadi subyek, orang lain masyarakat adalah obyek untuk memenuhi kecintaan pada diri itu........., ketika muda gagah perkasa, atau cantik jelita, sehingga membuat patah hati sang perjaka atau sang perawan dengan jumlah berjuta-juta...... , dewasa , menjadi matang dengan suara lantang penuh wibawa, ..... bertubuh kekar penuh otot bak olahragawan Binaraga, ... berjalan dengan gagah,.... berkarir cemerlang........., ketika sang usia tua telah datang menjelang,..... sigagah menjadi loyo dan lamban, si suara lantang menjadi gemetar ketika bicara, si gagah menjadi terbungkuk-bungkuk dan tertatih-tatih ketika berjalan............. , tua .... sendiri karena telah ditinggal anak dan istri, ditinggal kerabat dan sahabat .... dan selanjutnya......lalu mati.................Ternyata cinta anak, cinta istri atau suami, cinta pangkat atau jabatan, ........... cinta diri, cinta dunia,...... cinta, cinta , cinta.............. semuanya semu dan menipu dan semuanya akan mati.
Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.
Cinta adalah rasa kasih kita...baik yang kita terima ataupun kita berikan, cinta tidak memndang bulu karnanya kadang cinta benar2 membingungkan, cinta tak cukup untuk diucapkan, tapi harus ditunjukkan melalui kasih yang kita berikan kepada sesuatu yang kita kasihi kadang cinta perlu pengorbanan dan hanya ketulusan..dan keikhlasanlah yang mampu menjawabsemuapengorbananmu..dan di dunia ini hanya ada satu cinta sejati karnanya.
Mahabbah {cinta} sendiri mengandung arti menyerahkan diri pada yang di kasihi serta mengosongkan hati dari segala-galanya kecuali yang di kasihi. Dari pendapat syekh Muhammad bin Ali Al-Khattani (ulama dari baghdad) mengatakan bahwa mahabbah adalah menyukai yang di senangi dan segala sesuatu yang datang dari yang di senangi (dikasihi).Ternyata mencintai yang abadi, mencintai hakekat sejati, mencintai Sang Maha Pencinta..........., adalah hakekat cinta............., hancur, luluh bersimpuh dan sujud menyatu dan menyerah secara total pada sang maha pencinta... adalah cinta sejati..................., bagi sang pencinta mencintai Sang Maha adalah segalanya ........., Isa dalam salah satu khotbahnya mengatakan " Cintailah Tuhan melebihi segala sesuatu dan cintailah sesamamu seperti mecintai dirimu sendiri "............. bahkan Allah sendiri bilang " Rahman Rahimku melebihi murkaku"..............., sehingga sang muslim kalau akan memulai segala sesuatu mengucapkan Bismillahirohmaanirrohiimi............ yang saya artikan bersama Allah menyebarkan kasih dan sayang............................, cinta dan penyerahan diri secra total kepada Allah yang Maha Awal dan Maha Akhir adalah .... wujud hakekat cinta..
Hakikat Cinta, atau hakekat cinta adalah Menebar kasih Sayang, menyebarkan kasih saya untuk sesama. Cinta memang aneh, jika sudah dimabuk cinta, …… maka sang pencinta rela melakukan apa saja termasuk mati untuk yang dicintai,…. rela mengorbankan apa saja,….. rela berbuat diluar batas nalar, dan sering kali manusia pencinta bisa memikirkan dan menelorkan kreatifitas diluar batas…… semata-mata untuk yang dicintanya.
Socrates berkata,"Hakikat Cinta", yaitu manakala engkau belum puas dan menemukannya, maka kau akan terus mencari dan mencari, melihat sesuatu dan membandingkannya dengan yang lain, sehingga kehampaan yang kau dapatkan.
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)
Dalam Islam, cinta seseorang haruslah berlandaskan kepengikutan (ittiba’) dan ketaatan. Sebagaimana firman-Nya, "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu" (Qs.3:31-32).Salah satu cinta yang diajarkan Rasulullah SAW. diantaranya adalah, mencintai dan mengasihi sesama. Kecintaan ini, sebagaimana pernah dicontohkan beliau, tak pernah dibedakan antara Muslim dan non-Muslim. Bahkan, tidak dibenarkan jika kita tidak berbuat adil kepada suatu kaum misalnya, hanya karena benci kepada mereka (Qs.5:8).Ajaran cinta Islami yang mesti disemaikan bukanlah sebatas sesama Muslim. Tetapi justru sesama manusia dan sesama makhluk. Rasulullah SAW. bersabda, "Hakikat seorang Muslim adalah, mencintai Allah dan Rasul-nya, sesamanya, serta tetangganya, melebihi atau sebagaimana ia cinta kepada dirinya sendiri" (HR. Imâm Bukhârî).
Ibnul Qayyim menyatakan:
”Semua kecintaan dan pengagungan kepada manusia diperbolehkan hanyakarena ikut kepada kecintaan Allah dan pengagunganNya, seperti cintadan pengagungan kepada Rasulullah. Kecintaan tersebut merupakan kesempurnaanmencintai dan mengagungkan dzat yang mengutusnya, karena umatnya mencintaibeliau karena Allah mencintainya. Merekapun mengagungkan dan memuliakanbeliau, karena Allah memuliakannya”.
Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.
Agar kecintaan tumbuh dan bersemai dalam diri setiap insan, Rasulullah mengajarkan, "Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam (kedamaian), berilah makan orang yang membutuhkan, sambungkanlah tali persaudaraan, dan shalatlah Tahajjud pada sepertiga malam (introspeksi), niscaya kamu akan masuk surga dengan damai" (HR. Imâm Tirmidzî).Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.
Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.
Mahabbah sendiri mengandung arti menyerahkan diri pada yang di kasihi serta mengosongkan hati dari segala-galanya kecuali yang di kasihi. Dari pendapat syekh Muhammad bin Ali Al-Khattani (ulama dari baghdad) mengatakan bahwa mahabbah adalah menyukai yang di senangi dan segala sesuatu yang datang dari yang di senangi (dikasihi).
Cerita tentang kerinduan dan mahabbah seorang hamba kepada Allah dapat kita lihat pada nabi Ibrohim AS, kerinduan yang teramat sangat itu menyelinap dalam hati nabi Ibrohim AS saat di datangi malaikat maut dengan terlebih dahulu menyampaikan salam mesra dari-Nya. Pada waktu itu nabi Ibrohim AS pun berkata, "PERNAHKAH ENGKAU MELIHAT SESEORANG KEKASIH MEMATIKAN KEKASIHNYA?" Saat itu juga Allah menyambut perkataan Nabi Ibrohim AS dengan wahyu-Nya, "pernahkan engkau melihat seseorang kekasih menolak undangan kekasihnya?". Mendengar balasan kata cinta lewat wahyu Aallah tersebut, Nabi Ibrohimpun berkata kepada malaikat maut, "Silahkan wahai malaikat maut.
Menurut tokoh utama paham mahabbah, Rabi'ah Al-Adawiyah, cinta kepada Allah adalah cetusan dari perasaan cinta dan rindu yang mendalam kepada Allah, hal ini tampak jelas daqlam ucapan-ucapannya. "AKU MENGABDI KEPADA ALLAH BUKAN KARENA TAKUT KEPADA NERAKA DAN BUKAN PULA INGIN MASUK SURGA, PENGABDIANKU ADALAH KARENA KARENA CINTAKU DAN RINDUKU KEPADA-NYA". "TUHANKU JIKA ENGKAU KUPUJA KARENA TAKUT KEPADA NERAKA, MAKA BAKARLAH DIRIKU DI DALAMNYA, DAN JIKA ENGKAU KUPUJA KARENA AKU MENGHARAPKAN SURGA, MAKA JAUHKANLAH DIRIKU DARIPADANYA, TETAPI JIKA ENGKAU KU PUJA SEMATA MATA KARENA ENGKAU, MAKA, JANGAN SEMBUNYIKAN KECANTIANMU YANG KEKAL ITU DARIKU. Perasaan cinta yang telah meresap dalam lubuk hati Rabi'ah,menyebabkan dia mengorbankan segala hidupnya hanya semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Ketika seseorang bertanya kepadanya "Apakah engkau benci kepada setan?" maka Robia;ahpun menjawab, "tidak, cintaku kepada Allah tidak meninggalkan ruang kosong dalam diriku untuk rasa benci kepada setan. Demikian pula ketika di tanya tentang cintanya kepada Nabi Muhammad SAW, Robi;ahpun menjawab, "Saya cinta kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi cintaku pada Al-Khalik telah memalingkan diriku dari cinta kepad mahluk. Paham mahabbah seperti yang tersebut diatas sebenarnya tersurat tegas dalam Al-Quran surat Al-Maidah 54 yang artinya adalah sebagai berikut, ...Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintainya..." Selain itu juga mahabbah terdapat dalam sebuah hadist Qudsy yang di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Ahmad bin Hambal (Imam Hambali) yang berbunyi, "HambaKu yang senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan perbuatan-perbuatan hingga Aku cinta kepadanya. Orang yang Kucintai menjadi telinga, mata dan tanganKu.
Menurut al Qur'an, manusia diciptakan Alloh SWT berpasangan lelaki - perempuan dan kepada mereka dianugerahi perasaan cinta dan kasih sayang, dan sudah menjadi fitrahnya bahwa manusia ingin mencintai dan dicintai. Tercapainya kebutuhan cinta itu, jika ditunaikan secara benar maka hal itu akan membuat manusia merasa tenteram , tenang dan bahagia, sebaliknya cinta tidak mengikuti prosedur akan mengantar pada penderitaan. Dalam al Qur'an perasaan cinta antar laki perempuan disebut dengan term mawaddah, rahmah, (Q/30:31) syaghafa,(Q/12:30) mail (Q/4:129), dan hubb-mahabbah (Q/12:30). Term yang berbeda-beda itu menunjuk pada rumit, mendalam dan ragamnya cinta. Cinta memang memiliki dimensi yang sangat luas dan mendalam dimana perbedaan karakteristik itu akan membawa implikasi pada perbedaan tingkah laku. Cinta itu sendiri diungkap dalam bahasa Arab dengan tiga kelompok karakteristik, yaitu (1) apresiatip (ta`dzim), (2) penuh perhatian (ihtimaman) dan (3) cinta (mahabbah). Yang pertama, orang yang dicintai itu menempati kedudukan harimau atau pedang, (yang ditakuti dan dikagumi), yang kedua seperti bencana (yang harus diwaspadai) dan ketiga seperti minuman keras (yang membuat ketagihan). Tiga kelompok karakteristik itu terkumpul dalam ungkapan mahabbah, orangnya disebut habib, habibah atau mahbub. Secara lebih spesifik, bahasa Arab menyebut dengan enam puluh istilah jenis cinta, seperti `isyqun (dalam bahasa Indonesia menjadi asyik), hilm, gharam (asmara), wajd, syauq, lahf dan sebagainya, tetapi Al Qur'an hanya menyebut enam term saja
Langganan:
Postingan (Atom)
AHMAD SAIFUL ISLAM
Ahmad Saiful Islam Sarjana Tafsir Hadis UINSA Surabaya Lahir di Banyuwangi, 3 Mei 1987 Islamic Journalism Community (IJC) Surabaya (2010)...
-
—Saiful Islam*— “Semuanya menunjuk kecerdasan akal, sehingga mudah mengerti…” Frase yang tak kalah apik lagi, terkait temat Qur’an...
-
—Saiful Islam— “Sekalipun riwayat al-Bukhari yang sudah masyhur ‘inda ‘ulama Hadis atas kehujjahannya, kalau bertentangan dengan Qur’a...
-
Dari Gede Prama, kita belajar bernyanyi “Di sini senang di sana senang di mana-mana hatiku senang”. Ada pekerjaan itu baik. Tidak ada p...