Selasa, 06 Desember 2011
Intelektual Muda Islamiy Slideshow Slideshow
Intelektual Muda Islamiy Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ Intelektual Muda Islamiy Slideshow Slideshow ★ to Sudan. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor
Intelektual Muda Islamiy Slideshow Slideshow
Intelektual Muda Islamiy Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ Intelektual Muda Islamiy Slideshow Slideshow ★ to Sudan. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor
Kamis, 17 November 2011
Jumat, 29 Januari 2010
Kelas-Kelas Surga
Secara fitrah manusia mendambakan kebahagiaan hidup. Baik di dunia sekarang maupun kelak di kehidupan yang “kekal”, yaitu akherat. Tentunya untuk memperoleh keduanya diperlukan tindakan nyata (real action) dengan komitmen dan konsisten (istiqomah). Biasanya kehidupan bahagia di dunia itu bisa diperoleh dengan harta yang berlimpah. Meskipun bukan merupakan kepastian. Karena banyak juga para sufi terdahulu melakukan pengasingan diri (uzlah) dan memilih hidup yang sangat sederhana tanpa bergelimang harta, untuk memperoleh kebahagiaan. Bahkan Ibnu Arobi, seorang filsuf pernah mengatakan bahwa kebahagiaan sesungguhnya itu berada di jiwa. Bukan tergantung materi. Artinya jika kita mampu memenej jiwa kita, maka kebahagiaan dapat kita rasakan.
Adapun dalam kehidupan akherat nanti, kebahagiaan itu hanya diperoleh di dalam surga. Surga ini merupakan tempat yang ‘kekal’ bagi orang islam; yaitu orang yang mati dalam keadaan muslim, meskipun pada mulanya ia termasuk kafir. Digolongkan orang Islam ialah mereka yang berbuat maksiat, maka tempat kembalinya surga juga, namun mereka tidak kekal di neraka. Sewaktu mereka dimasukan ke dalam neraka, mererka mati sebentar dan hanya Allah yang mengetahui batasnya. Mereka juga tidak hidup hingga mereka dikeluarkan. Yang dimaksud mati disini bukan mati yang sebenarnya, tetapi hanya merasakan kepedihan siksa yang luar biasa sakitnya. Berbeda dengan orang kafir, ia akan merasakan adzab d ineraka selama-lamnya. Termasuk orang kafir ialah orang yang telah menerima kebenaran agama, tetapi ia tidak mau mengikuti kewajiban yang dibebeankan kepadanya.
Surga adalah tempat kenikmatan. Allah SWT berfirman dalam surat Muhammad (47), yaitu “Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa ; disana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau., dan sungai–sungai air susu yang tidak berubah rasaya., dan sungai–sungaui khomr (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka…”tentunya untuk memperoleh semua itu tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk memeperoleh surga butuh kerja keras,, sebagaimana semangat dan kerja kita untuk memperoleh harta di diunia ini. Maka sangat logis, jika manusia berada dalam kelas-kelas kelak di surga. Apalagi surga memang bertingkat-tingkat. Ada tujuh nama-nama surga yang disebut dalam alquran. Pertama, surga firdaus (QS. Al-Kahfi, 18:107-108}. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka adalah surga firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.” Cara yang merupakan sebagai syarat guna meraih surga ini adalah iman dan beramal soleh. Pantas disebutkan bahwa mereka tidak inigin pindah daripadanya. Karena bagaimana mau pindah sementara disekelilingnya penuh dengan kenikmatan-kenikmatan yang abadi.
Kedua, surga ‘Adn (QS. Al-Kahfi:30-31), “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal sol;eh tentulah kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjkan amalan (nya) dengan baik, mereka itu lah {orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. Tip mendapatkan surga tingkat ini adalah mengerjakan amal soleh dengn baik. Untuk memperbaiki amalan kita, tidak ada jalan serlain dengan ilmu agama. Seperti cara bersuci dan sholat yang benar. Dalam agama, cabang ilmu yang membahas tentang cara memperbaiki kualitas sholat adalah ilmu Fikih. Karena Rosulullah saw., bersabda, “Amal (ibadah) yang tanpa dilandasai dengan ilmu akan tertolak.”
Ketiga, surga itu bernama surga Na’im (QS. Luqman, 31: 8-9), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh bagi mereka jannah Naim (surga yang penuh dengan kenikmatan)). Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar, dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha BIjaksana.”
Keempat, surga Ma’wa (QS. AS-Sajadah, 32:19) yang artinya, “Adapun orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, maka bagi mereka jannah Ma’wa (surga , tempat kediaman), sebagai pahaal atas apa yang mereka kerjakan.”
Kelima, surga Darussalam, (QS. Yusuf, 10:25), disebutkjan, “Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus (Islam).” Ketika manusia sudah ditunjuki oleh Allah kepada Islam, maka kemudian Allah akan menyeru manusia ke Darussalam (negeri keselamatan). Syarat menggapai Darussalam adalah Islam. Karena hanya Islam lah yang merupakan agama yang hanya dilegitimasi oleh Allah. Dikatakan dalam alquran, “Sesungguhnya agama di sisi Allah itu adalah Islam.” Bukan agama-agama diluar islam; Kristen, budha, hindu, katolik, kongucu, dan lain sebagainya, yang itu semua adalah jalan-jalan iblis.
Keenam, Darul muqamah (QS. Fathir, 35: 34-35), yaitu, “Dan mereka berkata: ’segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-bener maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (darul Muqamah) dari karunianya; di dalamnya kami tidak meraza lelah dan tiada pula merasa lesu.”
Ketujuh, adalah Al-Maqam Al-Amin (QS. Al-Dukhan, 44:51). Artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam’maqaamin amin’ (tempat yang aman).”
Karena surga itu berkelas-kelas, maka barang tentu kita ingin menghuni surga yang kelasnya paling ‘elit’. Sebagaimana kita menginginkan rumah mewah dan semua yang serba mewah di dunia ini.
Pastilah Rosulullah saw. Dipastikan berada dalam surga yang kelasnya termewah. Apakah anda ingin bersama Rosulallah?!. Keputusan tergantung Anda. Untuk memperolehnya perlu kerja keras dan doa. Karena surga itu disediakan bagi orang yang mau. Maka sudah saatnya untuk memaksimalkan ibadah, untuk Allah Azza Wa Jalla semata.
Wallahu A’lam bishshowab
Adapun dalam kehidupan akherat nanti, kebahagiaan itu hanya diperoleh di dalam surga. Surga ini merupakan tempat yang ‘kekal’ bagi orang islam; yaitu orang yang mati dalam keadaan muslim, meskipun pada mulanya ia termasuk kafir. Digolongkan orang Islam ialah mereka yang berbuat maksiat, maka tempat kembalinya surga juga, namun mereka tidak kekal di neraka. Sewaktu mereka dimasukan ke dalam neraka, mererka mati sebentar dan hanya Allah yang mengetahui batasnya. Mereka juga tidak hidup hingga mereka dikeluarkan. Yang dimaksud mati disini bukan mati yang sebenarnya, tetapi hanya merasakan kepedihan siksa yang luar biasa sakitnya. Berbeda dengan orang kafir, ia akan merasakan adzab d ineraka selama-lamnya. Termasuk orang kafir ialah orang yang telah menerima kebenaran agama, tetapi ia tidak mau mengikuti kewajiban yang dibebeankan kepadanya.
Surga adalah tempat kenikmatan. Allah SWT berfirman dalam surat Muhammad (47), yaitu “Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa ; disana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau., dan sungai–sungai air susu yang tidak berubah rasaya., dan sungai–sungaui khomr (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka…”tentunya untuk memperoleh semua itu tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk memeperoleh surga butuh kerja keras,, sebagaimana semangat dan kerja kita untuk memperoleh harta di diunia ini. Maka sangat logis, jika manusia berada dalam kelas-kelas kelak di surga. Apalagi surga memang bertingkat-tingkat. Ada tujuh nama-nama surga yang disebut dalam alquran. Pertama, surga firdaus (QS. Al-Kahfi, 18:107-108}. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka adalah surga firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.” Cara yang merupakan sebagai syarat guna meraih surga ini adalah iman dan beramal soleh. Pantas disebutkan bahwa mereka tidak inigin pindah daripadanya. Karena bagaimana mau pindah sementara disekelilingnya penuh dengan kenikmatan-kenikmatan yang abadi.
Kedua, surga ‘Adn (QS. Al-Kahfi:30-31), “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal sol;eh tentulah kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjkan amalan (nya) dengan baik, mereka itu lah {orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. Tip mendapatkan surga tingkat ini adalah mengerjakan amal soleh dengn baik. Untuk memperbaiki amalan kita, tidak ada jalan serlain dengan ilmu agama. Seperti cara bersuci dan sholat yang benar. Dalam agama, cabang ilmu yang membahas tentang cara memperbaiki kualitas sholat adalah ilmu Fikih. Karena Rosulullah saw., bersabda, “Amal (ibadah) yang tanpa dilandasai dengan ilmu akan tertolak.”
Ketiga, surga itu bernama surga Na’im (QS. Luqman, 31: 8-9), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh bagi mereka jannah Naim (surga yang penuh dengan kenikmatan)). Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar, dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha BIjaksana.”
Keempat, surga Ma’wa (QS. AS-Sajadah, 32:19) yang artinya, “Adapun orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, maka bagi mereka jannah Ma’wa (surga , tempat kediaman), sebagai pahaal atas apa yang mereka kerjakan.”
Kelima, surga Darussalam, (QS. Yusuf, 10:25), disebutkjan, “Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus (Islam).” Ketika manusia sudah ditunjuki oleh Allah kepada Islam, maka kemudian Allah akan menyeru manusia ke Darussalam (negeri keselamatan). Syarat menggapai Darussalam adalah Islam. Karena hanya Islam lah yang merupakan agama yang hanya dilegitimasi oleh Allah. Dikatakan dalam alquran, “Sesungguhnya agama di sisi Allah itu adalah Islam.” Bukan agama-agama diluar islam; Kristen, budha, hindu, katolik, kongucu, dan lain sebagainya, yang itu semua adalah jalan-jalan iblis.
Keenam, Darul muqamah (QS. Fathir, 35: 34-35), yaitu, “Dan mereka berkata: ’segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-bener maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (darul Muqamah) dari karunianya; di dalamnya kami tidak meraza lelah dan tiada pula merasa lesu.”
Ketujuh, adalah Al-Maqam Al-Amin (QS. Al-Dukhan, 44:51). Artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam’maqaamin amin’ (tempat yang aman).”
Karena surga itu berkelas-kelas, maka barang tentu kita ingin menghuni surga yang kelasnya paling ‘elit’. Sebagaimana kita menginginkan rumah mewah dan semua yang serba mewah di dunia ini.
Pastilah Rosulullah saw. Dipastikan berada dalam surga yang kelasnya termewah. Apakah anda ingin bersama Rosulallah?!. Keputusan tergantung Anda. Untuk memperolehnya perlu kerja keras dan doa. Karena surga itu disediakan bagi orang yang mau. Maka sudah saatnya untuk memaksimalkan ibadah, untuk Allah Azza Wa Jalla semata.
Wallahu A’lam bishshowab
Sabtu, 18 Juli 2009
Cinta, Persahabatan yang Dikehendaki-Nya
Persahabatan ibarat makhluk yang hidup dalam samudra yang penuh dengan cinta yang terbungkus dengan bisa ular beracun. Tumbuh rasa sayang tetapi masih berbusana api. lika-likuya jalan harus ditempuh dengan kewaspadaan yang tinggi. Harus berani berkorban perasaan demi pertalian yang kokoh. Tanggapi rintangan dengan rasional dan bertanggung jawab. Tak mengapa walau harus meneteskan setitik air mata. Egoisme merupakan masalah emosi yang perlu dididik dengan sabar, ikhlas, dan berprinsip. Sehingga tangan tetap berjabat erat. Sekalipun petir menyambar, tak akan pernah lepas. Meskipun terkadang terjadi penghianatan, harus disadari bahwa itu adalah ulah makhluk yang namanya iblis. Yang mengajarkan manusia rakus dan tamak kepada dunia. Padahal kehidupan manusia bukan semata-mata untuk dunia. Karena keduanya sama-sama makhluk. Jiwa, hati, perasaan, akal, dan ruh adalah milik-Nya. Yang meghendaki manusia kepada kebahagiaan yang kekal, dengan memerintahnya agar selalu saling berpelukan dengan kasih sayang dan cinta diantara mereka. Persahabatan dan cinta yang paling indah adalah yang dilandasi keikhlasan semata-mata karena-Nya.
Rabu, 25 Maret 2009
Hati Ber-logika
Einstein, sebagai seorang ilmuwan fisika terkemuka, sebaliknya sangat menghormati Tuhan sebagai suatu kekuatan misterius di alam yang mengatur keseimbangan di alam. Ia menghormati keberadaan Tuhan sebagai suatu ‘energi’. Dan ia tidak membenci Tuhan atau menganggap Tuhan sebagai suatu benda. Ia punya pemahaman tersendiri tentang Tuhan. Ia mengakui bahwa Tuhan itu ada. Secara pribadi, Einstein adalah sedikit dari kalangan ilmuwan yang sangat bersemangat berbicara masalah teologi.
Semua orang punya pemahaman tersendiri tentang Tuhan. Baik diakui maupun tidak.Inilah poin dari destruksi nilai ketuhanan pada manusia. Pemahaman mereka akan Tuhan. Pemahaman yang terbentuk dari ilmu, lalu formulasikan oleh lingkungan dan pengalaman. Sebahagian mengikuti petunjuk dari nurani, sebahagian lagi akhirnya tersesat.
Alangkah baiknya jika Tuhan tidak dipahami dengan logika, karena akal manusia yang dangkal dan picik tidak akan mampu memahami dan menafsirkan Tuhan sebagaimana Ia memahami diri-Nya sendiri.Daripada mencoba merumuskan Tuhan hingga dapat diturunkan dalam sederetan rumus dan persamaan matematika, mengapa tidak mencoba untuk memahami Tuhan dengan hati saja?
Memang Tuhan tidak mustahil dipahami dengan akal. Namun pemahaman Tuhan dengan hati menjadikan kerumitan masalah konsep ketuhanan menjadi lebih sederhana. Kesederhanaan yang sebenarnya lebih disukai manusia. Kesederhanaan yang membuat manusia sadar mengenai kebutuhannya akan kehadiran Tuhan.Apa yang membuat manusia membutuhkan Tuhan? Tidak lain dan tidak bukan karena manusia menyadari, bahkan di bawah alam sadarnya, bahwa manusia adalah bakteri mikroskopis di tengah jagad raya, yang jauh lebih lemah dari bayi tikus sekalipun.
Manusia menyadari dengan mata hatinya bahwa alam semesta yang bergerak dengan keteraturan yang sistematis ini tidaklah mungkin dilahirkan dengan kebetulan atau sebab akibat belaka.Banyak orang dalam sejarah yang telah lebih dulu memahami Tuhan dengan hatinya dan memutuskan bahwa Tuhanlah yang terbaik. Chernenko, seorang pemimpin Uni Soviet yang berpaham komunis, misalnya. Mengakui pada saat sakitnya yang tak tersembuhkan bahwa hanya tuhanlah yang dapat menjadi sandaran dan harapan terakhir manusia.
Semua ungkapan ketidakpedulian pada Tuhan hanya lahir dari kepicikan akal manusia belaka. Namun pada akhirnya, sengaja atau tidak, manusia akan tetap berlabuh dan bersandar pada Tuhan, satu-satunya tempat dimana jiwa manusia dapat terlepas dari terkukungan dan bersih dari segala sampah logika yang memuakkan.
Senin, 23 Februari 2009
Keunggulan Nabi SAW

Memahami Wanita
Beliau memberikan contoh sebagai suami yang berlaku baik kepada isteri-isterinya, mengetahui keinginan dan kecemburuan wanita, serta menempatkan wanita pada kedudukan yang paling terhormat di samping suaminya.
Supaya Hati Tidak Mati
Rasulullah SAW bersabda:”Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena banyak tawa itu mematikan hati.”(HR. Ibnu Majah)Kepemimpinan Rasululloh SAW
Rasul adalah seorang pemimpin yang penuh tanggung jawab,tidak tinggal diam dalam keadaan dan situasi yang kritis. Beliau cakap, cerdas, inovatif, visioner, tegas, tapi rendah hati, pemberani tapi bersahaja, kuat fisik dan tahan penderitaan.
Satunya Kata dan Perbuatan
Rasul SAW adalah orang yang serasi antara kata dan perbuatannya.Beliau tidak akan menyuruh sesuatu kepada orang lain, sebelum beliau menyuruh dirinya sendiri.
Memuliakan Orang Lain
Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang yang sangat memuliakan orang lain.Kutipan KisahKetika itu seorang sahabat terlambat datang ke Majelis Nabi. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium sorban Nabi. (Ustadz KH. Nadirsyah Hosen - Mengenang Akhlak Nabi SAW)
Menjaga Makan dan Minum
Rasulullah SAW bersabda:” Jangan membunuh hatimu dengan memperbanyak makan dan minum, karena hatimu pun bisa mati seperti matinya tanaman yang terlalu banyak air.
Kebiasaan Memberi
Rosul SAW terkadang menghutang sesuatu kemudian beliau membayarnya dengan yang lebih banyak dari hutangnya. Beliau biasa menerima hadiah, kemudian membalasnya dengan yang lebih baik dan lebih banyak dari yang beliau terima. Beliau memberikan dengan apa yang ada di sisinya, mengajarkan orang lain untuk bersedekah
Langganan:
Postingan (Atom)
AHMAD SAIFUL ISLAM
Ahmad Saiful Islam Sarjana Tafsir Hadis UINSA Surabaya Lahir di Banyuwangi, 3 Mei 1987 Islamic Journalism Community (IJC) Surabaya (2010)...
-
—Saiful Islam*— “Semuanya menunjuk kecerdasan akal, sehingga mudah mengerti…” Frase yang tak kalah apik lagi, terkait temat Qur’an...
-
—Saiful Islam— “Sekalipun riwayat al-Bukhari yang sudah masyhur ‘inda ‘ulama Hadis atas kehujjahannya, kalau bertentangan dengan Qur’a...
-
Dari Gede Prama, kita belajar bernyanyi “Di sini senang di sana senang di mana-mana hatiku senang”. Ada pekerjaan itu baik. Tidak ada p...